Senin, 16 April 2012

Proses Organisasi

Proses Organisasi
‡ Dua aspek utama struktur organisasi adalah pembagiankerja dan departementalisasi. Pembagian kerjamerupakan pemecahan suatu tugas kerja sehinggasetiap anggota dalam organisasi bertanggungjawab danmelaksanakan seperangkat aktivitas yang terbatas danbukan keseluruhan tugas. Sedangkandepartementalisasi adalah pengelompokkan aktivitaspekerjaan sehingga aktivitas dan hubungan yang serupadan logis dapat diselenggarakan secara serempak.Departemtalisasi mewakili struktur formal suatuorganisasi seperti telah dideskripsikan dalam baganorganisasi.‡ Dalam struktur organisasi, tujuan utama dua aspekpentng diatas adalah untuk memudahkan proseskomunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi hasilkerja, ibalan, sosialisasi, dan karier.

‡ Kelima aktiitas tersebut merupakan prosesorganisasi yang masing-masing akandideskripsikan sebagai berikut :
1. Proses komunikasi
2. Proses pengambilan keputusan
3. Proses evaluasi hasil karya
4. Proses imbalan
5. Proses sosialisasi dan proses karier

1.Proses komunikasi
Komunikasi dapat didefinisikan sebagai penyampaian informasi dan pengertian dengan menggunakan tandayang sama. Komunikasi sangat penting karena paramanajer dalam suatu organisasi jarang bekerja dengan menggunakan barang tetapi lebih sering menggunakan informasi mengenai barang itu. Komunikasi tidak dapat dihindarkan dalam setiap fungsi organisasi karenasetiap manajer harus menjadi seorang widiasuara.Meskipun sudah ada kemajuan yang pesat dalamteknologi komunikasi dan informasi, namun komunikasiantar individu dalam organisasi tetap diperlukan.Komunikasi antar individu tidak bergantung padateknolohgi, tetapi bergantung pada kekuatan dalam diriindividu dan dalam lingkungannya. Komunikasi adalahproses di dalam orang.

‡ Proses komunikasi dalam suatu organisasi harus memberi kemungkinan dalam empat arah yang berbeda,kebawah, ke atas, horizontal dandiagonal. Deskripsi dar arah komunikasitersebut sebagai berikut :
1.Komunikasi ke bawah.
2.Komunikasi ke atas
3.Komunikasi horizontal
4.Komunikasi diagonal

1. Komunikasi ke bawah.
Mengalir dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja, pengumuman, dan sebagainya.
2. Komunikasi ke atas
Porsi ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda dengan komunikasi ke bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi. Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.
3. Komunikasi horizontal
Merupakan pertimbangan utama dalam desain organisasi,namun organisasi yang efektif memerlukan juga komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian. Misalnya, komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.
4. Komunikasi diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.

2. Proses pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan adalah serangkaian aktivitasyang dilakukan oleh seseorang dalam usahamemecahkan permasalahan yang sedang dihadapi,kemudian menetapkan salah satu alternatif yangdianggap paling rasional dan sesuai dengan sistem.Dalam suatu organisasi yang engambil keputusanadalah manajer. Kualitas keputusan yang diambil olehmanajer merupakan ukuran dari efektivitas mereka.Setiap keputusan adalah hasil proses yang dinamisyang dipengaruhi oleh kekuatan yang banyak sekali.Proses pengambilan keputusan merupakan aktivitasyan berurutan dan bukannya sebagai serangkaianlangkah. Kajian mengenai desain umum tentangproses pengambilan keputusan biasanya ditekankanpada keputusan yang tak terprogram.

‡ Proses pengambilan keputusan yang dimaksudkan adalah :
1. Menetapkan tujuan dan sasaran khususdan mengukur hasilnya,
2. Identifikasi permasalahan,
3. Mengembangkan alternatif,
4. Mengevaluasi alternatif,
5. Memilih alternatif,
6. Melaksanakan keputusan, serta
7. Pengendalian dan penimbangan

3. Proses evaluasi hasil karya
Evaluasi dirancang untuk memberikan kepada orangyang dinilai dan orang yang menilai atau manajer,informasi mengenai hasil karya. Secara umum bahwatujuan evaluasi hasil karya adalah untuk mencapaikesimpulan yang evaluatif atau yang memberipertimbangan mengenai hasil karya dan untukmengembangkan karya lewat program.

Secara khusus evaluasi hasil karya dapat memberi dampak sebagai berikut :
1. Program evaluasi hasil karya yang dirancang dandilaksankan dengan baik dapat memiliki pengaruh motivasional terhadap para bawahan, antara laindapat merangsang peningkatan, mengembangkanrasa tanggung jawab, dan menaikkan keterikatankepada organisasi.
2. Meningkatkan pengertian manajerial.
3. Memberikan dasar bagi perencanaan, pelatihan danpengembangan.
4. Mengurangi pilih kasih dalam mengambil keputusan manajerial yang penting.

‡ Prosedur evaluasi hasil karya tradisional yang masihsering digunakan dalam suatu perusahaan, antara lainsebagai berikut :
1.Skala penilaian.
Teknik ini merupakan prosedur evaluasi hasil karya yang tertuadan paling luas digunakan yang dalam praktiknya terdapatbeberapa bentuk. Penilai diberi sebuah formulir yang dicetak,satu formulir bagi setiap bawahan yang harus dinilai. Isi formulir biasanya mengandung sejumlah karakteristik hasilkarya yang harus dinilai.
2.Cerita deskriptif
Prosedur ini menuntut agar penilai (manajer) mendeskripsikanpokok-pokok kekuatan dan kelemahan orang yang dinilai.Sebenarnya metode ini hanya sedikit memberi kesempatanuntuk membandingkan para bawahan yang dinilai mengenaidimensi karya spesifik

3.Daftar cek yang dibobot.
Prosedur ini terdiri atas sejumlah pertanyaan yangmenjelaskan beraneka macam dan tingkat perilakubagi suatu pekerjaan tertentu. Masing-masingpernyataan mempunyai bobot atau nilai yangdiberikan kepadanya. Penilaian mengevaluasi setiapbawahan dengan mengecek pernyataan yangmenjelaskan perilaku individual. Tanda cek danbobot yang sesuai dijumlahkan bagi setiap bawahan.

4.Metode pengangkatan
Pada teknik ini, manajer menggunakan prosedur urutan pangkat untuk menilaisemua bawahannya.Bawahan diberi pangkat menurut nilai relatif merekabagi perusahaan mengenai satu dimensi hasil karya atau lebih.


‡ Prosedur evaluasi hasil karya tradisional yang masihsering digunakan dalam suatu perusahaan, antara lainsebagai berikut :1.Skala penilaian.
Teknik ini merupakan prosedur evaluasi hasil karya yang tertuadan paling luas digunakan yang dalam praktiknya terdapatbeberapa bentuk. Penilai diberi sebuah formulir yang dicetak,satu formulir bagi setiap bawahan yang harus dinilai. Isiformulir biasanya mengandung sejumlah karakteristik hasilkarya yang harus dinilai.
2.Cerita deskriptif
Prosedur ini menuntut agar penilai (manajer) mendeskripsikanpokok-pokok kekuatan dan kelemahan orang yang dinilai.Sebenarnya metode ini hanya sedikit memberi kesempatanuntuk membandingkan para bawahan yang dinilai mengenaidimensi karya spesifik

3.Daftar cek yang dibobot.
Prosedur ini terdiri atas sejumlah pertanyaan yangmenjelaskan beraneka macam dan tingkat perilakubagi suatu pekerjaan tertentu. Masing-masingpernyataan mempunyai bobot atau nilai yangdiberikan kepadanya. Penilaian mengevaluasi setiapbawahan dengan mengecek pernyataan yangmenjelaskan perilaku individual. Tanda cek danbobot yang sesuai dijumlahkan bagi setiapbawahan.

4.Metode pengangkatan
Pada teknik ini, manajer menggunakan prosedur urutan pangkat untuk menilaisemua bawahannya.Bawahan diberi pangkat menurut nilai relatif merekabagi perusahaan mengenai satu dimensi hasil karyaatau lebih.

‡ Diorganisasi khususnya perusahaan besar yang berkembang di Amerika Serikat telahmengembangkan metode evaluasi hasilkarya dengan lebih modern.
a.Metode penilaian yang berjangkar padaperilaku.
b.Manajemen berdasarkan sasaran

4. Proses imbalan
Cara dan penetapa waktu pembagian imbalanmerupakan permasalahan penting yang harusdihadapi oleh manajer sehari-hari, imbalanyang dibagi oleh manajer meliputi upah,mutasi, promosi, pujian dan penghargaan.Tujuan umum dari program imbalan adalah :
a. Untuk menarik orang yang memenuhi syarat sehinggabersedia memasuki organisasi;b. Menjaga saupaya para bawahan datang ke pekerjaan;c. Memotivasi para bawahan untuk bekerja lebih giatsehingga mencapai tingkat hasil karya yang lebih tinggi

5. Proses sosialisasi dan proses karier
Sosialisasi keorganisasian adalah prosesyang dialami individu untuk menghargai nilai,kemampuan, perilaku yang diharapkan, danpengetahuan sosial yang diperlukan untukmengasumsikan peran keorganisasian danuntuk beradaptasi sebagai anggotaorganisasi.Tahap proses sosialisasi meliputi :
a.Sosialisasi persiapan
b.Akomodasi
c.Manajemen peran



http://www.scribd.com/doc/50642530/5/F-Proses-Organisasi

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management