Kamis, 26 April 2012

Komponen-komponen dalam proses komunikasi

Komponen-komponen dalam proses komunikasi

Terjadinya proses komunikasi di Puskesmas tentu saja tidak terlepas dari dukungan berbagai komponen yang terlibat lansung dalam proses komunikasi itu sendiri, karena apabila tidak berfungsinya salah satu komponen komunikasi tersebut niscaya tujuan organisasi yang ada di Puskesmas sulit akan terealisasi. Adapun komponen yang terkandung dalam proses komunikasi yaitu :

Komunikator (sumber)
Komunike (pesan)
Komunikan (sasaran, penerima khalayak)
Media (alat penyalur)
Efek (umpan balik, akibat).

Anwar Arifin ( 1984:15 )

Berikutnya Sondang P. Siagian (1985:122), mengatakan bahwa secara teknis dalam proses komunikasi dialamnya melibatkan beberapa komponen sebagai berikut :

Komunikator
Pesan yang hendak dikomunikasikan
Saluran komunikasi
Metoda komunikasi
Komunikatee dan
Lingkungan komunikasi

Selanjutnya menurut Arni Muhammad (2005: 17-18) berpendapat bahwa komponen dasar komunikasi yaitu :

Pengirim Pesan, adalah individu atau orang yang mengirim pesan.
Pesan, adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima.
Saluran, adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan si penerima.
Penerima pesan, adalah yang mengaanalisis dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya.
Balikan, adalah respon terhadap pesan yang diterima yang dikirimkan kepada si pengirim pesan.

Dari berbagai pendapat para ahli diatas, mengindikasikan bahwa komponen-komponen yang terdapat dalam proses komunikasi, merupakan unsur yang berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya masing-masing komponen mempunyai peran dan fungsi masing-masing sesuai maksud dan tujuan komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan kepada para staf, maupun antara sesama staf dim Puskesmas.

1.3. Fungsi Komunikasi

Dalam melaksanakan tugasnya pimpinan Puskesmas dihadapkan kepada dua bidang tugas dan tanggungjawab yang harus dikoordinirnya secara terpadu, yaitu bidang tehknis medis yang dilakukan oleh para petugas medis dan bidang administrasi yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab para staf administrasi. Tidak bisa dipungkiri kedua bidang yang ada di Puskesmas ini dalam kenyataannya saling mendukung dan melengkapi.

Dalam mengkoordinir kegiatan administrasi di Puskesmas, pimpinan Puskesmas harus benar-benar dapat memanfaatkan proses komunikasi yang dilakukannya dengan para staf administrasi sesuai menurut fungsi komunikasi yaitu :

(a) Menghubungkan semua unsur yang melakukan interrelasi pada semua lapisan, sehingga menimbulkan rasa kesetia-kawanan dan loyalitas antar sesama.

(b)) Pimpinan dapat mengetahui lansung keadaan bidang-bidang dibawah ; sehingga berlansung operasional yang efisien.

(c) Meningkatkan rasa tanggung jawab semua anggota, dan melibatkan mereka pada kepentingan organisasi. Muncullah kemudian rasa keterlibatan atau “ sense of envolvement “, dan rasa ikut memiliki ( melu handarbeni ), dan sense of belonging atau rasa satu kelompok.

(d) Memunculkan saling pengertian dan saling menghargai tugas masing-masing, sehingga meningkatkan rasa kesatuan dan pemantapan espirit de corps ( semangat korps ) . Kartini Kartono ( 1983 : 86-87)

Dalam melakukan komunikasi pimpinan Puskesmas kepada para staf administrasi disamping secara perseorangan juga dapat dilakukan secara kelompok atau massa, menurut Goran Hedebro dalam Hafied Cangara (2008:63-64) funsi komunikasi massa ditujukan untuk :

1.Menciptakan iklim perubahan dengan memperkenalkan nilai-nilai baru untuk mengubah sikap dan prilaku ke arah modernisasi;

2.Mengajar ketrampilan baru;

3.Berperan sebagai pelipat ganda ilmu pengetahuan;

4.Menciptakan efisiensi tenaga dan biaya terhadap mobilitas seseorang;

5.Meningkatkan aspirasi seseorang;

6.Menumbuhkan partisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan orang banyak;

7.Membantu orang menemukan nilai baru dan keharmonisan dari suatu situasi tertentu.

Pendapat selanjutnya dari Chamdan dalam Dedy Mulyana pada kuliah 1 & 2 Komunikasi Oranisasi mengungkapkan adapun fungsi komunikasi adalah untuk :

1.Menyatakan dan mendukung identitas diri

2.Mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, berperilaku sesuai dengan apa yang kita inginkan

3.Menendalikan lingkungan fisik dan psikologis

4.Menyelesaikan masalah

5.Memuaskan rasa penasaran

6.Menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain

7.Menunjuk ikatan dengan orang lain

8.Memutuskan untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu

Meningkatkan kesadaran pribadi, kesadaran fisik




http://muslimpinang.wordpress.com/2009/05/31/pengaruh-komunikasi-dan-motivasi-dari-pimpinan-puskesmas-terhadap-kinerja-staf-administrasi-puskesmas/

1 komentar:

Nafortism B mengatakan...

hmmmmm

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management