This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 24 Juli 2014
cyber crime terjadi di bank besar
Pokok Masalah : Cyber Crime Terjadi di Bank Besar
Menanggapi Berita dari sumber : Tempo.co 13 Mei 2014
Tanggapan : 3
Cyber crime di Bank Bank besar seharusnya tidak terjadi , karena Bank-bank besar
diperkirakan memiliki teknologi informasi canggih. Seharusnya pihak bank melakukan
maintenance atau perbaikan dalam pengamanan system secara berkala guna mencegah
terjadinya cyber crime. Kembali lagi ke masalah cyber crime, yang biasa terjadi atau
dilakukan oleh mahasiswa yang lebih berkompeten dalam menduplikasi atau mencuri
data penggna ATM atau credit card. Pemerintah harus ikut andil dalam hal ini gun
mencegah kemerosotan tingkat pendidikan yang disalah gunakan.
MODUS SKIMMING
Pokok Masalah : MODUS SKIMMING
Menanggapi berita dari sumber : Liputan6.com 16 Mei 2014
Tanggapan : 2
Berikut agar terhindar dari ancaman, cermatilah taktik yang sering digunakan dalam modus skimming kartu:
- Perhatikan kotak berisi brosur yang diletakkan di dekat ATM. Kamera pengintai bisa saja bersembunyi di dalamnya untuk menangkap nomor PIN Anda.
- Usahakan menggunakan mesin ATM di satu tempat sehingga Anda dapat mengenali mesin ATM dengan baik, kondisi sekitar dan mengetahui setiap perubahan yang terjadi. Jika menemukan keganjilan pada ATM, laporkan pada pihak bank dan jangan lakukan transaksi.
- Cara lain mendapatkan data PIN adalah dengan menginstal kamera kecil yang disembunyikan di dalam mesin, atau diletakkan di dinding, atau bahkan bersembunyi di balik kotak brosur. Untuk itulah, tutupi dengan tangan pada saat Anda mengetikkan PIN meski tidak ada siapa-siapa di ruangan ATM. Tujuannya adalah agar tidak terdeteksi kamera.
- Jangan percayai bantuan orang. Para penjahat seringkali berdiri di dekat atau di dalam ATM dengan berpura-pura menjadi penolong pada saat mesin ATM gagal beroperasi (error). Tipuan yang dijalankan adalah dengan menawarkan bantuan kepada korban ketika mesin bermasalah, lalu meminta PIN orang tersebut.
- Pantaulah rekening Anda secara berkala. Jika ada transaksi yang mencurigakan yang
tidak pernah Anda lakukan, segera lapor ke pihak bank.
- Perhatikan pula jika ada hal-hal aneh yang terdapat pada mesin ATM seperti goresan, selotip, bekas lem dan hal-hal mencurigakan lainnya.
- Usahakan menggunakan mesin ATM yang terletak di dalam bank atau di lokasi yang ramai.
- Jika digunakan saat berbelanja, kartu harusnya hanya digesekkan pada mesin resmi dan mesin kasir, tanyakan pada petugas bila menggesekkan kartu ke alat lain (terutama jika alat itu ada di tempat tersembunyi seperti di balik meja).
- Jangan pernah memberitahukan PIN ATM kepada siapapun dan gantilah PIN secara berkala.
- Perhatikan kotak berisi brosur yang diletakkan di dekat ATM. Kamera pengintai bisa saja bersembunyi di dalamnya untuk menangkap nomor PIN Anda.
- Usahakan menggunakan mesin ATM di satu tempat sehingga Anda dapat mengenali mesin ATM dengan baik, kondisi sekitar dan mengetahui setiap perubahan yang terjadi. Jika menemukan keganjilan pada ATM, laporkan pada pihak bank dan jangan lakukan transaksi.
- Cara lain mendapatkan data PIN adalah dengan menginstal kamera kecil yang disembunyikan di dalam mesin, atau diletakkan di dinding, atau bahkan bersembunyi di balik kotak brosur. Untuk itulah, tutupi dengan tangan pada saat Anda mengetikkan PIN meski tidak ada siapa-siapa di ruangan ATM. Tujuannya adalah agar tidak terdeteksi kamera.
- Jangan percayai bantuan orang. Para penjahat seringkali berdiri di dekat atau di dalam ATM dengan berpura-pura menjadi penolong pada saat mesin ATM gagal beroperasi (error). Tipuan yang dijalankan adalah dengan menawarkan bantuan kepada korban ketika mesin bermasalah, lalu meminta PIN orang tersebut.
- Pantaulah rekening Anda secara berkala. Jika ada transaksi yang mencurigakan yang
tidak pernah Anda lakukan, segera lapor ke pihak bank.
- Perhatikan pula jika ada hal-hal aneh yang terdapat pada mesin ATM seperti goresan, selotip, bekas lem dan hal-hal mencurigakan lainnya.
- Usahakan menggunakan mesin ATM yang terletak di dalam bank atau di lokasi yang ramai.
- Jika digunakan saat berbelanja, kartu harusnya hanya digesekkan pada mesin resmi dan mesin kasir, tanyakan pada petugas bila menggesekkan kartu ke alat lain (terutama jika alat itu ada di tempat tersembunyi seperti di balik meja).
- Jangan pernah memberitahukan PIN ATM kepada siapapun dan gantilah PIN secara berkala.
Rabu, 23 Juli 2014
PEMBOBOLAN INTERNET BANKING
Pokok Masalah :
Pembobolan Internet Banking
Menanggapi Berita dari sumber : Informasi
Tanggapan : 1
Sering sekali kita mendengar bahwa
seseorang dapat dengan mudah membobol keamanan pin para nasabah dari suatu bank
konvensinal. hal ini sangat merugikan baik dari pihak bank maupun pihak
nasabah. bisa dibayangkan berapa kerugian yang harus ditanggung pihak bank dan
nasabah apabila si pelaku berniat untuk membobol rekening yang telah ia ketahui
kode sandinya. seharusnya pihak bank dapat menerapkan sistem keamanan yang
super ketat untuk fasilitas Internet Bankingnya karena ini menyangkut data
pribadi suatu nasabah yang sangat penting. jangan sampai ada suatu oknum yang
sengaja membuat website duplikat dari website internet banking suatu bank
karena telah terbukti, hal ini merupakan modus kejahatan yang telah dilakukan
untuk membobol data bahkan rekening nasabah bank. website bank juga harus
memiliki ciri-ciri khusus yang tidak bsa ditiru sehingga nasabah dengan mudah
dapat menerka mana website asli atau palsu. selain itu para nasabah juga harus
teliti dan ekstra hati-hati dalam melakukan transaksi Internet Banking,
perhatikan tempat yang anda pilih, jangan sampai ada yang melihat ketika anda
sedang mengetik password, dan dimanapun tempatnya, baik di warnet, komputer
rumah, atau di gadget, selalu log-out akun internet banking anda untuk mencegah
pembajakan data akun anda karena siapapun orangnya baik teman dekat bahkan
keluarga, bukan tidak mungkin akan membobol rekening yang anda miliki.
Kamis, 08 Mei 2014
Manajemen Aktiva & Pasiva Bank
Manajemen Aktifa dan Pasifa Bank
a. Manajemen
Sumber Dana
1.
Dana Yang Bersumber Daru Bank Itu Sendiri
Sumber dana yang bersumber dari bank
itu sendiri merupakan sumber dana dari modal itu sendiri. Modal itu sendiri
maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Apabila saham
terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebuthuan dana masih
perlu, maka pencairannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang
penjual saham lama. Akan tetapi tujuan perusahaan untuk melakukan ekspansi,
maka perusahaan dapat mengeluarkan saham baru dan menjual saham baru tersebut
di pasar modal. Disamping itu pihak perbankan dapat pula menggunakan
cadangan-cadangan laba yang belum digunakan.
Secara
garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu
sendiri terdiri dari :
·
Setoran modal dari pemegang saham
Dalam hal ini pemilik saham lama dapat menyetor dana
tambahan atau membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan.
·
Cadangan-cadangan bank
Maksudnya cadangan-cadangan laba pada tahun lalu yang
tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya. Cadangan ini sengaja disediakan
untuk mengantisipasi laba tahun yang akan dating.
·
Laba bank yang belum dibagi
Merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun
yang bersangkutan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara
waktu.
2.
Dana Yang Berasal Dari Masyarakat Luas / Dana
Pihak Ke-3 (Product Funding)
Untuk memperoleh sumber dana dari masyarakat luas, bank dapat menawarkan
berbagai jenis simpanan. Pembagian jenis simpanan ke dalam beberapa jenis
dimaksudkan agar para nasabah penyimpan mempunyai banyak pilihan sesuai dengan
tuuan masing-masing.
Sebagai contoh tujuan utama menyimpan uang dalam bentuk rekening giro
adalah untuk kemudahan dalam melakukan pembayaran, terutaa bagi mereka yang
bergelut dalam bisnis dan biasanya pemegang rekening giro tidak begitu
memperhatikan masalah besar kecil bunga yang akan diterimanya.
Bagi mereka yang menyimpan uangnya kedalam rekening tabungan , disamping
kemudahan untuk mengambil uangnya juga adanya pengharapan bunga yang lebih
besar jika dibandingkan dengan rekening giro.
Kemudian tujuan menyimpan uangnya direkening deposito tentu mengharapkan
penghasilan dari bunga yang lebih besar. Hal ini disebabkan bunga deposito yang
diberikan kepada deposan paling tinggi jika dbandingkan dengan simpanan
lainnya. Bagi bank simpanan deposito merupakan dana mahal karena bunga yang
diberikan ke nasabah lebih tinggi dari bunga simpanan giro atau tabungan.
Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini dibagi ke dalam 3 jenis
yaitu:
1.
Simpanan Giro (Demand Deposit)
2.
Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
3.
Simpanan Deposito ( Time Deposit)
3.
Dana Yang Berasal Dari Lembaga Lain
Sumber dana ini merupakan sumber dana tambahan jika
bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua diatas.
Pencarian sumber dana ini relatif lebih mahal dan sifatya hanya sementara waktu
saja. Kemudiandana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai
atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini
antara lain dapat diperoleh dari :
1.
Kredit likuiditas dari Bank Indonesia
Merupakan kredit yang diberikan Bank Indonesia kepada
bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditasnya. Kredit likuiditas ini
diberikan kepada pembiayaan sector-sektor tertentu.
2.
Pinjaman antar bank
Biasanya diberikan kepada bank-bank yang mengalami
kalah kliring di dalam lembaga kliring. Pinjaman ini bersifat jangka pendek
dengan bunga yang relative tinggi. Pinjaman antar bank lebih dikenal dengan
nama Call Money.
3.
Pinjaman dari bank-bank luar negeri
Merupakan peminjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar
negeri, misalnya pinjaman dari bank di Singapura, Amerika Serikat atau dari
negara-negara Eropa.
4.
Serikat Berharga Pasar Uang (SBPU)
Dalam hal ini pihak perbankan menerbitakan SBPU
kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun non keuangan.
sumber :
Kasmir, SE.,MM – Dasar-Dasar
Perbankan
Drs.H.Malayu S.P.Hasibuan – Dasar-Dasar Perbankan


00.07
Mega's Blog